Selasa, 30 November 2010

PENGERTIAN LOGISTIK

Istilah Logistik berasal dari bahasa yunani kuno ‘‘Logistikos’’ yang dapat diartikan pandai dalam memperkirakan atau memperhitungkan. Istilah ini sudah dipakai sejak lama dan mulai terkenal setelah perang dunia II dimana ketika organisasi angkatan perang amerika serikat memakainya kembali setelah lama tidak menggunakannya. Bahkan jauh sebelum itu tentara romawi diperkirakan telah menggunakan istilah ini juga. Terlepas dari sejak adanya kehidupan ini dimana mengelola keperluan hidupnya sehari-hari mulai dari merencanakan apa-apa yang dibutuhkannya, bagaimana cara memperolehnya, menyimpannya, memeliharanya atau mengawetkannya kemudian membuangnya bila memang rusak atau tidak diperlukan lagi.

Logistik dalam perkembangannya hingga kini sudah merupakan ilmu yang harus dapat perhatian khusus mengingat sejarah pertumbuhan ekonomi yang semakin kompleks seperti produktivitas barang-barang yang dihasilkan pabrik atau perusahaan, bagaimana penyalurannya dan penyimpanannya serta pengelolaan hasil produk secara menyeluruh memerlukan penanganan khusus dan serius.

Untuk mencapai hasil yang efisien dan efektivitas semua itu mutlak memerlukan pengorganisasian yang baik atau sering diistilahkan dengan manajemem logistik yang terpadu sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam melaksanakan kegiatannya.

Istilah logistik mencakup banyak aspek dan kegiatan yang sangat luas, maka pengertian dan definisi dapat diuraikan beraneka macam. Pada dasarnya kegiatan logistik sama tuanya dengan peradaban umat manusia, tetapi istilah itu sendiri relatif baru, secara sadar atau tidak sadar setiap manusia, rumah tangga, kantor, perkumpulan atau organisasi-organisasi lain, memiliki unsur dan atau menyelenggarakan logistik, meskipun kenyataannya tidak selalu menggunakan istilahnya. Dalam The New Military and Naval Dictionary, yang dikutip oleh H. Subagja M. S, menyebutkan bahwa pengertian logistik adalah sebagai berikut :

Logistik adalah suatu ilmu pengetahuan, seni dan teknik perencanaan dari suatu produksi, penyimpanan, transportasi (pengangkutan), perpindahan personil, usaha mendapatkan persediaan dan perlengkapan seperti halnya konstruksi dan fasilitas penunjang bagi pengoperasian tepat guna untuk keberhasilan kemiliteran. (Subagja, 1990 :5)

Sondang P. Siagian mengatakan :
Aktivitas pembangunan yang semakin meningkat memerlukan adanya suatu sistem manajemen logistik yang benar-benar dapat menunjang lancarnya kegiatan pembangunan, maka perlu dilihat secara keseluruhan (Total System) yang deretan komponennya pada dasarnya terdiri dari :
1. Perencanaan Logistik
2. Pengadaan Logistik yang menimbulkan pertanyaan sentralisasi dan desentralisasi
3. Penyimpanan logistik yang juga berkisar pada masalah sentralisasi dan desentralisasi
4. Distribusi Logistik
5. Penggunaan Logistik
6. Penanggung jawab Logistik
7. Evaluasi Logistik
(Siagian, 1990 :156)

Apabila diterjemahkan secara bebas, rumus logistik dalam arti singkat merupakan salah satu kegiatan yang bersangkutan dengan segi-segi sebagai berikut :
  • Perencanaan dan pengembangan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan alat-alat perlengkapan
  • Pemindahan, pengungsian dan perawatan personil
  • Pengadaan atau pembuatan, penyelenggaraan dan penghapusan fasilitas
  • Pengusahaan dan pemberian pelayanan
Definisi logistik dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa pada dasarnya definisi logistik mempunyai kesamaan pandangan, bahwa logistik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau seni serta proses mengenai penyimpanan dan penyaluran, pemeliharaan serta penghapusan terhadap material atau alat-alat, terlepas apakah alat tersebut bersifat hayati atau tidak.

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa logistik adalah bagian dari administrasi, yang merupakan suatu rangkaian kegiatan bertahap dan saling berkaitan satu sama lain dalam rangka pembinaan dan pengelolaan barang atau perlengkapan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar